*Retta…

Posted on 31 Desember 2009 by eM

Pagi itu adalah pagi paling bahagia buat Retta.. dalam hitungan jam ia akan resmi menjadi Ny.Jio.. laki-2 yang di cintai nya.. dan telah melamarnya, memintanya pada keluarga Retta beberapa bulan lalu.. dan hari ini, hari yang telah begitu cermat di rancang nya, akhirnya tiba jua… hari pernikahan.. Retta & Jio…

Bulan madu berlalu dengan bunga cinta di hari-hari mereka .. terutama Retta..
yang amat menikmati status baru nya sebagai nyonya Jio.. segala yang Jio butuhkan mampu di sediakan Retta dengan sempurna, walau kala itu Retta masih terus melanjutkan kuliahnya namun itu semua tak ada arti apa-apa karena di jalaninya dengan suka..dan cinta.. Hhmm…:)

Hingga pada bulan ke 2 pernikahan itu.. paduan cinta malam pertama…
bunga cinta itu telah berbuah.. benih cinta tumbuh di dalam rahim Retta..
dengan sumringah Retta mengabarkan pada Jio di 1 pagi..sebelum Jio berangkat bekerja.

” Jio…? Hhmmh.. akuu… positif.. hamil…” berbinar mata Retta mengabarkan nya pada Jio…
” OOh yaa..?!!” degub jantung Jio mampu di tekannya, keterkejutan itu mampu segera disembunyikannya.. Jio tak ingin merusak keceriaan Retta..di peluk nya Retta.. di kecup kening Retta..
sambil matanya menerawang ke langit-2.. dan membathin..kesal “mengapa secepat ini..?!!”

Memang… terbilang cepat buah cinta itu tercipta.. di saat semua masih penuh dengan penyesuaian hidup bersama, ekonomi yang belum begitu mantap, Retta belum selesaikan kuliahnya.. sekuat apapun menolaknya..namun ini lah real yang harus di hadapi Jio…

Hari-2 Retta semakin berat.. antara kuliah, Jio dan kandungannya yang kian hari..
berganti bulan semakin berat saja…
Jio pun terkadang tak tega melihat kondisi istrinya, namun daya pun tak ada melarang Retta tuk cuti kuliah.. karena juga ada di tengah smester. itu yang selalu menjadi alasan kuat Retta mempertahan kan kuliahnya.. dan Retta bukanlah perempuan lamban.. Retta mampu untuk jalani semua mata kuliah.. dengan semangat.. dan selalu bertekad untuk selesai tepat waktu, walau sesungguhnya saat bayi nya lahir.. Retta belum waktu nya untuk membuat Tugas Akhir …
Namun Retta tetap gigih mengumpulkan bekal tuk T.A nya.. itulah semangat Retta.. pengorbanannya untuk Jio dan rumah tangga nya..Retta ingin tunjukan pada anak nya kelak kalau ia ibu hebat yang bisa menjalani semua dengan Cinta…

Hingga 1 hari…di bulan ke 8 saat bayi dalam rahim Retta benar-2 tak bisa diam, Retta ingin sekali makan Nasi Tim Ayam di jalan Saharjo, penjual nasi tim hanya berjualan malam hari.. tapi dari siang Retta sudah meminta Jio membelikannya sepulang kantor nanti .. melalui Telepon genggam nya di hubungi Jio..

“Mas Jio.. aku ingin makan nasi tim ayam yang di jalan saharjo..itu..
tolong belikan nanti yaa..? aku kepingin sekali ..” rengek Retta pada Jio suaminya..

“Hooh.. tapi aku akan pulang larut hari ini Retta.., ada meeting, bagaimana kalau kamu beli saja sendiri..?” sahut Jio agak gugup…teringat 1 janji nya pada seseorang…

“Hhmm.. begitu yaa…?” ada kecewa di nada suara Retta.. namun demi tugas suami yang tak mungkin di tinggal kan, Retta berusaha memahami semua… dan mencoba bersabar menunda keinginannya untuk makan nasi tim ayam hangat..

Larut malam memang Jio tiba di rumah.. terdengar sayup suara sepeda motor nya..walau kantuk demikian menggelayuti kelopak mata nya tapi Retta terjaga..demi menyambut dan membukakan pintu..untuk Jio.. di lirik nya jam dinding di ruang tamu.. 01:15…

“kamu belum tidur Retta..?” digapainya kepala Retta disandarkan pada dadanya.. sambil mata menerawang tak jelas…(basa-basi)

“sudah.. tapi aku dengar suara motor mu.. jadi aku terbangun.., kamu sudah makan Mas..?” tanya Retta dengan wajah kusut bangun tidur, sambil merapikan rambut panjangnya di satukan dengan pengikat rambut nya.. tetap Retta ingin terlihat rapi walau baru saja terjaga dari lelap nya..

“sudah.. sudah.. tadi.. kamu jadi beli nasi Tim nya..?” tanya Jio.. sambil berlalu ke arah kamar mandi.. setelah melemparkan baju kotor ke keranjang cucian yang akan di cuci esok.. oleh Retta….

Retta tak menjawab.. hanya duduk di pinggir tempat tidur.. merasakan lapar.. dan anak nya yang tak bisa diam dalam perutnya.. yang sudah amat besar itu.. demi menenangkan bayi lapar nya, Retta membuat susu hangat untuk di teguknya demi sang bayi… karena dari sore tak ada makanan yang Retta kirimkan untuk si bayi… Retta ingin nasi Tim ayam…

Pagi berikutnya,.. seperti biasa.. Retta siapkan segala kebutuhan kerja Jio.. pakaian kerja sarapannya… hingga melepasnya untuk berangkat bekerja hari itu…
sebelum berangkat.. Jio bertanya..
” mau aku belikan nasi tim sore ini..?” tanya Jio.. sambil menatap sepintas pada Retta..

” tidak..tidak usah lah..” senyum Retta menjawab tanya suaminya.. di ciumnya punggung tangan Jio..” hati-2 di jalan ya..? jangan ngebut..Mas..” dengan senyum cantik nya di lepas kepergian Jio.. ke kantor…

Setelah Jio berangkat.. Retta beranjak tuk memulai aktifitas rumahnya.. dengan niat akan mencuci pakaian sambil mengerjakan tugas kuliahnya… di pisahkan 1 per 1 pakaian yang akan di masukkan nya ke mesin cuci… dan memeriksa saku celana panjang Jio yang akan masuk ke mesin.. ini biasa di lakukan khawatir ada sesuatu yang ikut tercuci dan membahayakan pakaian yang lain.. saat telapak tangan nya meraba saku celana Jio.. terpegang oleh Retta secarik kertas, di keluarkannya.. potongan kecil kertas sedikit tebal.. hanya berukuran 5×5 cm.. 2 lembar.. bertuliskan 21 theater…

Terpaku mata Retta menatap kertas kecil penuh makna itu,.. di temukan di saku Jio.. artinya ini milik Jio… lalu mengapa ada 2 lembar..?
dengan tubuh yang tak lagi kecil.. terhuyung Retta berjalan menuju kamar nya.. tiba-2 berat sekali kepalanya..di cobanya untuk merebahkan tubuh lelahnya.. di ranjang yang pernah menjadi tempat paduan cinta nya bersama Jio…

Malam itu seperti biasa disambutnya Jio sepulang kantor,.. di siapkan makan malam untuk Jio.. usai kegiatan makan yang seperti biasa mereka lakukan.. saat mereka duduk di depan televisi.. mata Retta memandang televisi namun isi fikirannya tak ke situ, perlahan di lepasnya gengam tangan Jio,.. yang sedari tadi menggenggam tangannya,.. dengan pelan Retta mengeluarkan 2 carik kertas dari saku duster nya.. di serahkan pada Jio,..

“Apa ini Jio..?” bergetar suara Retta menanyakan nya..menahan tangis yang tercekat di ujung lehernya..

Jio hanya melirik sepintas..jelas kilatan mata Jio yang terkejut demi melihat kertas yang di sodorkan Retta.. “dari mana kamu dapatkan..?”

“dari saku celana mu.. tadi pagi..!”

“jadi semalam kamu nonton..?” dan demi nonton kamu tak mau belikan ku nasi tim ayam..?”
tanya Retta memberondong pada suami nya..

“ya sudah sekarang aku belikan..” jawab Jio sambil bersiap bangkit dari duduk nya..

“Tidak..!” aku hanya ingin penjelasan tentang tiket 21 ini..?” Jio diam.. Retta menunggu…

“ya aku nonton di 21..” jawab Jio tanpa menatap Retta..

“dengan siapa..?” kejar Retta dengan pertanyaan nya..

“Mina..” jawab Jio pelan..

“Mina..?!!!”

Mina adalah perempuan kekasih Jio sebelum menikahi Retta… dan Retta tak pernah curiga kalau suaminya masih melanjutkan hubungannya dengan perempuan yang pernah menuduh nya merebut Jio,.. pelan di tinggalkan nya Jio di ruang TV.. melangkah limbung ke kamar mandi ..berwudhu..dan sholat…di kamar nya..

“Oohh…Tuhaan.. Jio.ku…” pecah jua tangis Retta.. demi mendengar jawaban suaminya… hancur,.. sakit.. kecewa.. pedih..tak mengira akan begini.. jadi selama ini mereka masih tetap berhubungan..?? main cinta di belakang Ku..? Tuhaaan…? ini kah balasan Jio pada cinta dan pengorbanan ku..?
ratap Retta dalam doa usai sholat nya.. sungguh pada usia kandungan yang kian menua.. jiwa Retta benar terguncang menerima kenyataan ini.. saat sedu sedan itu masuk lah Jio..

“Sudah..!” hentikan tangis mu.. tak perlu meratap seperti itu.. terima saja ini semua..!” sentak Jio pada Retta…

“ini adalah resiko yang harus kamu terima.. karena aku adalah memang milik nya..milik Mina”

“kau merebut ku dari Mina..!” lalu Jio keluar.. dari kamar Retta yang pula kamar nya sendiri tentunya.. pergi…!!

tinggal lah Retta sendiri di rumah dengan isak tangis nya.. begitu terkejut dan kecewa Retta mendengar kata-2 Jio.. Retta tak menyangka Jio akan mampu mengeluarkan kata-2 sekeras itu…
Retta berharap Jio merayu nya, menenangkannya.. untuk tak merisaukan tiket 21 tersebut namun kenyataan nya..??! :(

Setelah menghardik Retta, Jio pergi meninggal kan Retta..yang masih terisak dalam tangis pilunya .. anak dalam perutnya pun tak tenang.. ikut merasakan pilu hati sang bunda..
Jio tak pulang …! entah tidur dimana Jio malam itu…

*catatanmaya akhir tahun 00:55
**Teman’s.. gemana..? kita sambung ga neyh cerita..? tahun depan ya..? :lol:

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya.