Siang ini mata kuliah berakhir pukul 10.30, berarti 5 menit lagi, memoriku terus berputar untuk rencana perjalananku menuju tempat mengajar yang lumayan jauh jaraknya dari kampus jaket kuning di depok sini. O,..ya aku seorang mahasiswa angkatan 2007, fak hukum, UI Depok. Tapi koq si bapak dosen ga keluar-2 yaaahh..?? terus aja ngomong,..eehh 10.40 deh aku baru bisa cabut dari kelas dengan sederet rencana aku harus segera mendapatkan angkutan ke tempat aku memberikan sedikit pelajaran bahasa Inggris di almamaterku SMAN 81. Dengan kesabaran yang ada naiklah aku di angkutan yang membawa tubuh dan segenap alam fikirku yang sejak di kelas tadi sudah disesaki segenap rencana yang tertata rapi dan aku yakin tak akan meleset…
2 kali guru ku semasa SMA dulu, membunyikan HP ku mengingatkan bahwa siang ini 12.30 aku ada jam untuk mengajar yuniorku, dan dengan mantap pula aku meyakinkan nya bahwa aku akan datang tepat waktu, akupun berencana untuk sholat dzuhur terlebih dulu baru aku mendatangi kelas untuk berbagi ilmu Inggrisku.
Semakin mendekati kali malang Jak-Tim, langit gelap, jalanan agak padat, angkutan berjalan tersendat, waktu sudah masuk untuk sholat Dzuhur, tapi aku mencoba tetap sabar, kuraba tas ransel ku, ada payung kecil yang selalu di selipkan ibu, haha,..padahal aku sering mengeluh kalau ibu sudah menyimpan rapi payung itu di dalam tasku, beraat Bu,..! kata-2 itu yang selalu ku katakan padanya, walaupun ibu berlalu tampa ekspresi sedikitpun..! Tapi siang ini aku bersyukur Ibu ‘ga lupa menyelipkan payung kecilnya di tas ku, “ No son is luckier than I am, because I have a greatest mother in the world, thank’s God”.
Hujan turun ‘ga permisi, langsung deras, aku mulai menggulung kaki celana, mengeluarkan payung, & ongkos, dalam fikiranku kasih ongkos sama supir angkutan, buka payung.. hup…turun deh.. Sejauh ini apa yang telah kupersiapkan dari dalam kelas tadi berjalan sukses..Siip..Yunior..I am comiing..Turun dari kendaraan umum tadi aku langsung ancang -2 untuk menyebrang, Alhamdulillah penyebranganku di tengah hujan berhasil..menepi aku mencari jalan khawatir baju ku bertambah basah, ‘ga gitu khawatir siih karena aku siap bawa kemeja untuk mengganti T-shirt basah ini, secara mau ngajar gitu looh,.. masa’ pakai T-shirt.
Secermat mungkin aku memilih jalan, menepi..ke pinggir..hati-2..menapaki jalanan yang tak terlihat karena tertutup air, sambil terus memegangi payung ibu, agar tak terkena percikan air dari kendaraan yang berlalu kencang tak sopan,..hampir mendekati pangkalan ojek aku sempat melihat 1 tukang ojek tersisa yang siap mengantar aku ke tujuan. Tapi tiba-2…… Bbyyuuuurrr….aku terperosok ke dalam lubang selokan yang dalam nya seleherku,.. bayangkan tinggi ku 178 cm, dan air menenggelamkan ku hingga leher,….menggelepar aku berusaha bangkit dari selokan itu,..susah payah ,..tak ada orang menolongku,..setelah sampai lagi aku di atas (jalanan sebelum aku tercebur) aku tengok kiri kanan,..semua orang seperti lenyap termasuk tukang ojek yang tinggal 1 tadi..semua sibuk mereka tak tahu kalau aku baru saja terperosok ke dalam lubang yang cukup dalam. Payungku terbalik mengangkat ke atas…segera aku cari HP, ku raih..Aahh..Syukur “dia masih hidup” langsung aku telpon guru yang sejak tadi sudah memintaku datang, untuk minta ijin aku tak dapat mengisi jam pelajaran Inggris siang ini, tak kukatakan kalau aku baru saja jatuh,..aku hanya bilang bajuku basah (tapi aku ga bohong kaan memang benar bajuku basah) Tengsiin.!
Dengan wajah malu aku berjalan menyebrang kembali.. bajuku bau..kotor..mana payung susah bener di pasang lagi..gheerr..hujan sudah mulai mereda tapi tetap saja bajuku sudah terlanjur kotor dan baauu..dalam fikiranku saat itu aku harus SEGERA PULANG..!! ku telpon ibu dengan harapan ibu mau jemput aku. Tapi jawaban ibu “aduh Ger,..ibu lagi bakar kue pesanan, tanggung kalau ditinggal kamu naik taksi aja ya nanti bayar di rumah”.. jreeg telpon di tutup. sepertinya saat itu tanduk sudah mulai keluar di kepalaku…!
Tukang ojek melintas menawarkan jasanya, “Yak Bang ke Delta ..berapa.? #30 ribu# ” 20 yaah..?” #25 deh mas# “Ok.!”. Dalam perjalanan hati ku ‘ga berhenti merutuki kejadian yang baru aja aku alami, dan kalau aja sampai rumah nanti si abang ojek minta tambah ongkos Awass aja..! Tiba-2 abang ojek bilang gini,# “bajunya kenapa Mas?”# aku jawab “kena percikan mobil” eh dia bilang #” kok kaya’ abis kecebur gitu..”# kurasa tanduk kepalaku bertambah 5 cm..gheerrr..tak ku jawab selanjutnya…aku kesall..! kesall sekali.. akhirnya memasuki komplek perumahan aku tak mau di berhentikan di depan rumah persis, jadi aku berhenti 1 rumah sebelumnya, dengan perkiraan abang ojek akan meminta tambahan ongkos karena itu pernah terjadi ! Aku turun membayar ongkos 25 ribu, dan aku berlalu.. tapi tukang ojek manggil-2 terus, apa kubilang.! dia curang.! pasti mau minta tambahan ongkos seperti tukang ojek yang waktu itu.!
Hhuu’uhh..dengan wajah geram aku berbalik …APAA..!!
Tukang ojek: #Maaf Mas…helem saya balikin dong..#
wakakakaaaaak…breng..breng…ku copot helem,..setengah berlari,..aku masuk rumah….
Tengsiin…( lagi )
Untuk keponakan ku :”Banyak sayang buat Gerry..
**lagi kangen sama Mas Ge.. udah lama ga ketemu.. ![]()
Posted in Cerita, lucu | Kata kata terkaitFak hukum, Gerry, Hujan, Ojek, SMAN 81, UI | 3 Komentar | Sunting

