Catatan Fiksi

*yang lalu itu…

Posted on 13 Januari 2011 by eM

Hari minggu pagi baru di mulai.. sholat subuh baru saja Nita kerjakan.. & ia sdh siap pula dengan setelan kaus berlengan panjang  plus celana panjang , sepatu kets untuk jalan santay di libur pagi  ini.. di buka bagasi mobil nya.. untuk memasukan sepeda roda 3 berwarna pink muda itu ke dalam bagasi.. lalu hidupkan mesin kendaraan nya … Ryana sdh di dudukan di bangku sebelah sopir.. di pasangkan sabuk pengaman.. memandang ke arah Nita dengan tatapan centilnya.. sambil menunggu Lastri mengunci pagar rumah.. Nita memastikan lagi kondisi duduk Ryana.. & bertanya.. ;

” Siap berangkat ratu..?”
Ryana hanya mengacungkan jempol mungil nya.. sambil tersenyum cantik kearah Nita..

Pagi lengang yang dingin itu di tembus Nita dengan menjalan kan mobil nya santay. di putarnya lagu Craig David ; Unbelievable.
1 tujuan nya adalah perumahan elite yang baru kurang lebih 5 thn berdiri… di kawasan timur Jakarta.. tapi walau sudah lima tahun masih lumayan ada unit yang kosong di tiap clusternya.. entah karena mahal atow memang hanya menjadi tabungan bagi orang-2 ber duit..
jarak dari rumah Nita ke perumahan itu hanya di tempuh waktu 25 menit.. menajalankan kendaraan dengan kecepatan sedang… karena jalan raya juga masih kosong di waktu yang masih menunjukan pukul 05.23. pagi.
Nita sepertinya amat hafal lokasi perumahan itu.. walau terlihat juga ada sedikit ragu saat melintas di taman yang cukup luas itu.. karena 5 thn lalu saat di lintasinya taman ini belum ada permainan untuk balita… bathin Nita berbisik
“cocok sekali ini…” **matanya berbinar melihat taman …
>>diparkirnya mobil di tepian taman… Lastri membantu Ryana turun dari mobil… Nita membuka bagasinya kembali .. menurunkan sepeda pink muda tadi…

NT: “Lastri.. kamu di sini sama Ryana ya..”
LT: ” iya mbak…”
NT: “ratu q di sini dulu sama mbak Last Ok..?”
RY: “otey..” senyum cantik itu mengembang lagi untuk Nita dari Ryana..

Nita berjalan meninggalkan Ryana & Lastri di taman.. semakin jauh Nita memunggungi mereka langkahnya menuju 1 cluster yang berisikan beberapa rumah saja.. tak genap 15 unit sepertinya.. maka sampailah Nita di depan rumah mungil bernomor 2..

>>5 thn lalu…
Ryan: menggenggam tangan Nita & membantu Nita keluar dari mobil
“Nit..rumah ini akan jadi milik mu..”
Nita melepas genggam tangan Ryan.. melangkah masuk ke halaman rumah mungil itu..
Nt: “kecil sekali Yan..?”
Ryan: “baru ini yang dapat aq beli untuk mu.” senyum Ryan..
Nita: “kamu beli untuk q..? sungguh..?
Ryan :”ya.. rumah ini bisa kita tempati ber 3 Nit..” tangan Ryan mengusap perut Nita.
“ayo.. ini kuncinya.. kamu yang buka..”

kejadian ini 5 tahun silam.. saat Ryan membawa Nita pertama kali melihat rumah mungil bernomor 2 ini, waktu itu Nita baru saja tau kalau ia hamil.. mereka baru saja pulang dari dokter kandungan.. memeriksakan kondisi Nita yang sudah telat 2 bulan, shock memang mengetahui diri dalm kondisi hamil padahal Ryan belum resmi jadi suami nya..
Tapi Ryan memang pandai menguasai suasana.. untuk menghibur Nita di bawa nya Nita melihat rumah mungil yang baru saja di milikinya itu..

Hari-2 berikutnya adalah menanti janji kedatangan keluarga besar Ryan yang tak kunjung tiba..untuk melamar Nita & menikahinya.. hingga kehamilan Nita berusia 7 bulan..
orang tua Nita terus mencari keberadaan Ryan..rasa malu yang di pikul Nita & orang tuanya amat memukul keluarga kecil itu…
Nita bahkan merelakan kariernya yang telah dirintis sejak lulus dari kuliahnya.. resign dari kantor yang pernah mempertemukan Nita & Ryan.. saat itu Ryan entah kemana tak ada lagi berita..rumah yang dulu di tempatinya pun kosong.. keluarga itu pindah tetangga pun tak mengerti pindah kemana..
Nita malu pada ke 2 oarang tuanya.. & pula bersyukur memiliki mereka..
orangtua yang amat & masih menyayangi nya walau arang hitam telah di bedakinya pada wajah ayah- bunda… Ooh.. peristiwa itu kembali terkenang di mata Nita…
Hingga hampir usai masa kehamilan Nita.. tak 1 berita pun di terima Nita dari Ryan…
Selanjutnya Nita pasrah pada keadaan & nasib nya.. maka berhentilah ia mencari Ryan..!

Tahun demi tahun di lalui Nita sendiri.. memulai lagi usahanya dari nol untuk terus menghidupi dirinya yang kini telah mempunyai buah cinta nya bersama Ryan yaitu; Ryana
walau sesekali ayah & bunda nya masih membantu dan selalu ingin membantu Nita..
untuk membesarkan cucu mereka.. yang amat di cintai..
Ryana anak perempuan mungil.. tumbuh sehat sempurna .. cantik.. cerdas..

Tanpa di sadari Nita.. Lastri dan Ryana sudah tiba di dekatnya..
dengan sepeda roda 3 Ryana menghampiri Nita.. lalu turun dari sepedanya dan berlari

RN : “Momy.. momy.. ” rambut ikal nya bergoyang saat anak mungil ini berlari menuju momynya.. tersentak Nita dari lamunan panjang nya..

NT: ” ya ratu q.. hmm.. bagaimana main di taman nya tadi..?”
tak di jawab Ryana tanya momy nya.. malah balik bertanya;
RN:” rumah siapa ini momy..?” rumah ini bisa kita tempati ber 3 momy..”

terpana Nita mendengar kalimat ratu kecilnya itu..
OOhhh Tuhaan..!! Kalimat itu..? mengapa keluar dari mulut Ryana..?
apa maksud nya dgn ber 3..? Ryana…?

NT: “Last.. Ryana maem nya habis..?”
LT: “sdh habis mbak..”
NT:” Heey.. anak momy pintar maem nya pagi ini..
ayoo.. kita pulang.. sudah puas bermain nya kan..?
RN: ^_^

Ryana kembali menaiki sepeda roda 3.. Lastri mengikuti ratu kecil itu di belakangnya sambil berjalan cepat..
Nita… kembali melirik pada rumah mungil bernomer 2..& berlalu..
berjalan pelan agak jauh di belakang Ryana & Lastri…

Angin pagi hembuskan ringan hijab Nita.. melambai mengisyaratkan;
“selamat tinggal masa lalu”

>>Di sambung ga ya ini cerita..?
aq ngantuk.. besok aja deh cerita lagii..
:21.28:

**yang lalu itu (2)

Posted on 18 Januari 2011 by eM

Seperti biasa.. Nita beraktivitas di rumah nya yang juga toko yang di rintis seusai terpuruknya dulu..dengan di bantu bunda nya yang memang jago untuk urusan merancang busana semua di lakukan Nita demi masa depan Ryana..

Toko yang menyediakan pernik pernikahan ., baju muslim & muslimah.., juga kebutuhan perempuan lain nya itu kini sudah mempunyai beberapa pekerja yang menjadi anak buah Nita membantu kelangsungan usaha & memenuhi order pelanggan.

Hari itu Nita tampil begitu cantik, fresh..wangi..
dengan gamis motif bunga kecil berwarana biru, hijab putih berenda biru pula.. lekuk tubuh nya samar saja terlihat.. masih indah.. tak terlihat kalau ia sudah memiliki ratu kecil bernama Ryana.. Nita demikian cantik

Hari belum lagi beranjak siang.. 1 buah mobil mewah berwarna hitam masuk ke halaman toko Nita yang hanya mampu menampung 2 hingga 3 mobil saja, turun dari mobil perempuan muda gaya, & di susul perempuan agak sepuh yang sekiranya ibu dari yang muda tadi.. melangkah masuk ke dalam toko Nita,
“Assalamualaikum ..selamat pagi mbak.. &  ibu.. ” dengan ramah Nita menyambut tamu nya..
Tamu: selamat pagi.. boleh kami melihat-lihat.. ?
NT: “silakan.. ” masih dengan senyum mengembang Nita tetap ramah dan cantik melayani pelanggan yang baru saja tiba ini..
Namun bathin & fikirnya bekerja keras.. seperti pernah ia mengenal ke 2 perempuan ini.. tapi siapa dan dimana… Hhhmmhh.. sambil kembali ia melanjutkan pekerjaan nya di balik meja, dan mengisyaratkan pada anak buah nya untuk melanjutkan melayani kebutuhan pelanggan tsb,..

>di lain pihak
ibu dari perempuan gaya tadi dengan mata tuanya mencoba mencuri pandang pada Nita,..& membathin..”mirip Nita” lalu menggamit tangan anak gadis nya.. berbisik..
IB: “Ran.. perempuan itu mirip Nita..”
Ran: “yang mana Mam..?”
IB: “dia pemilik toko ini..?” tanya si ibu pada anak buah Nita
Ab:” ya bu.. Ibu Nita pemilik toko ini..” senyum si anak buah.
IB:” Ran.. kau ingat Nita..?”
Ran: ” Ya Mam..”
kedua perempuan tamu itu saling tatap dan curi pandang pada Nita.. sambil sedikt maju perlahan mendekati meja Nita..

IB:” Nak.. boleh ibu tanya..?”
NT: ” iya ibu..? nita segera beranjak dari meja kerja di tinggalnya gambar baju pengantin yang sedang di utak-atik nya..
IB:”nama mu Nita..?”
NT:” ya saya Nita.. kenapa ibu..?”
IB:”kau kenal Ryan..?”
NT:”Ryan..? yang mana ..?
IB:”Ryan Doenggio..?”
debar jantung Nita kencang tiba-2.. teringat ia akan 1 wajah ini.. dan perempuan gaya itu.. mereka saling bertatapan.. 2 perempuan itu menghujam tatapan mereka pada Nita yang kala itu berwajah pias.. terkejut akan perjumpaan ini..

IB:”aku mama nya Ryan.. ini Rany adik Ryan..kau ingat kami Nita..?”
NT:” yaaa.. sambil menganggukan kepala..suara Nita bergetar terdengar..
RAn:” Nit.. kemana saja kamu selama ini..?”
NT:” haah..? kemana..?? aq tak kemana-mana.. aq masih di jakarta..”
tiba-2 ibu Ryan memeluk tubuh Nita
IB:”maaf kan ibu nak.. kami mencari mu 2 tahun ini”
NT:”untuk apa mencari q..?” tanya Nita masih dalam terkejut dan bingung nya.
IB:”Ryan telah ceritakan pada kami semua nya “
RAn: maaf kan mama & papa kami Nita..maaf kan abang q Nita”
masih dengan kebingungan nya Nita mencoba mempersilahkan duduk ke 2 tamu nya di ruang tamu & minta ank buahnya untuk buatkan minuman.. Nita terdiam.. duduk lunglai mencoba kembali menguasai dirinya.. semampunya ia menahan airmata agar tak keluar dari sudut mata indah nya.. walau si ibu sudah berurai air mata sejak tadi..
Rany menghampiri duduk Nita..
“Nit.. 5 thn lalu mama & papa memaksa Ryan untuk menyelesaikan S-2 nya di London, karena papa saat itu pun di tugaskan di sana.. kami pindah ke London.. mama sudah menanya kan pada Ryan tentang mu.. tapi kata Ryan kau baik-2 saja, hingga kelulusan nya 3 thn lalu Ryan langsung dapat kerja di sana, & Ryan menceritakan pada mama – papa bahwa ia meninggalkan mu dalam kondisi hamil 2 bulan..anak dia, benarkah Nit..?” Nita mengangguk..
kami pindah lagi ke Indonesia 2 thn lalu & mulai mencari mu.. Ryan pun mencari mu melalui teman-2 nya.. tapi kami tak menemukan mu..Nita.. maaf kan kami telah menyusahkan mu..”

“momy.. momy..Assalamualaikum (bocah kecil lucu berlari dari halaman berteriak memanggil..) semua menoleh kearah datang nya suara centil itu..
“aku pulang sekolah di jemput nenek tadi.. kata nenek momy sedang ada tamu..”
masih dengan suara lucu nya Ryana terus bercerita tak perduli ada 2 pasang mata berair menatap nya dengan penuh rindu.. setelah 3 tahun mengetahui kehadiran anak kecil itu tanpa tau di mana keberadaan nya..
di peluk nya Nita setelah dicium punggung tangan Nita… lalu Nita pun berbisik agar Ryana memperkenalkan dirinya dan cium tangan pada ke 2 perempuan itu..

seperti tak mampu menahan emosi rindu Ibu Ryan memeluk Ryana… hingga Ryana menatap Nita & memohon persetujuan..
Nita hanya menganggukan kepala menenangkan ratu kecilnya berusia 4 thn …
Ibu Ryan menatap lekat pada wajah Ryana.. ratu kecil itu hanya diam di pandang nenek dari papi nya, karena ia memang tak mengenal siapa perempuan itu.. yang ia tau momy telah menyetujui tubuh nya di peluk dan di cium nenek ini..

Diam-2 Rany menelpon Ryan mengabarkan perjumpaan dengan Nita & anak nya Ryana..

>di belahan dunia yang bernama London, Ryan terduduk lemas, terkejut mendengar berita dari Rany tentang Nita & Ryana secara singkat namun amat informatif, Rany menceritakan keadaan Nita & Ryana yang benar-2 baik-2 saja…dengan handset canggih Rany meminta Nita untuk “jumpa” melalui HP 3G nya dengan Ryan karena Ryan ingin melihat wajah Nita & putrinya yang telah tak di lihat nya 5 tahun, Ryan minta berbicara dengan Nita,

Namun hati Nita tiba-2 bergelora di gamit nya tangan Ryana.. di bawanya pergi keluar dari ruangan itu..di minta nya Lastri membawa Ryana ke kamar..
NT:”Ratu momy.. sekarang istirahat dulu di kamar.. salin baju mu.. di temani mbak last yaa..”
RYA:”ya momy..” Nita mengisyaratkan lastri untuk tak tinggalkan Ryan sendiran di kamar & lastri sdh paham dengan bahasa Nita.

Kembali lagi Nita ke ruang tamu Rany dan Ryan masih berkomunikasi dgn hp canggih mereka, di lihatnya bunda dan ibu Ryan sedang beramahtamah, Nita tiba-2 muak dengan pemandangan itu.. Rany menyadari kehadiran Nita..menyodorkan kembali hp itu ke tangan Nita.. maka selintas Ryan melihat wajah Nita dan memanggil nya;
Ryan:” Nita.. Nitaa.. ini aq Ryan” Nita amat hafal suara itu suara yang 5 thn di tunggu nya untuk menyapa.. tapi ternyata Nita hanya menjawab:
NT: “katakan pada abang mu aq bukan Nita yang dulu”
RYan:” Nita .. mana anak kita.. ?!”
Ibu Ryan & bunda Nita hanya memandang prihatin akan kelakuan anak mereka…

Dengan tatapan tajam Nita mengisyaratkan pada Rany kalau ia tak ingin bicara dengan Ryan.. sementara di ujung dunia sana melalui speakerphone.. Ryan masih berteriak-teriak memanggil nama Nita & Ryana…
“Nita.. aq akan menjemput mu & anak kita .. aq akan datang Nita.. tunggu aq…!”

Nita berdiri mohon pamit pada Ibu Ryan untuk meninggalkan ruangan…
& masuk ke kamar nya menenangkan diri….

>~>di lanjut nanti lagi..

***yang lalu itu (3)

Posted on 30 Januari 2011 by eM

Tertegun Nita di dalam kamar, sayup terdengar suara mobil menjauh dari halaman rumah nya.. seketika pintu kamar di ketuk.. sambil mengusap airmata .. di buka pintu kamar..di balik pintu bunda menatap teduh ke arah nya.. Nita langsung berhambur ke pelukan bunda menumpahkan tangis yang sejak tadi di tahan nya.. tersedu Nita dalam dekap bunda cukup lama.. bunda hanya mengusap punggung & kepala Nita.. tak mengeluarkan banyak kata.. seperti biasa.. bunda memang demikian.. bunda yang bijak penuh kasih & cinta buat Nita & Ryana.. sayup terdengar suara adzan dzuhur.. bunda mengingatkan untuk Nita menghentikan tangis nya.. berwudhu.. dan jalani ibadah sholat agar hati kembali tenang.. Nita pun meng iya kan saran bunda…

usai ibadah wajib siang itu.. bunda mengajak Nita untuk santap siang.. namun di tolak Nita.. & pamit pada bunda untuk istirahat di kamar tidak mengawasi toko. Bunda tersenyum bijak penuh mahfum untuk membiarkan putri nya menenangkan diri …

kembali di dalam ruang kamar, Nita membuka hijab .. langsung terlihat rambut ikal sebahu milik Nita terlepas dari ikatan nya..rambut yang dulu sering dipermainkan oleh tangan Ryan..ketika meraka sedang duduk bersama..dibuka kancing gamis perlahan.. niatnya untuk menyalin dengan kimono, tak sengaja mata sembab Nita memandang pantulan tubuh di cermin, lalu tertuju pandangan pada bagian tengah tubuh..’tak sempurna’ usianya yang masih bisa dibilang belia, tubuhnya tak kencang & indah lagi…di perut yang berkulit putih terlihat garis samar, tanda pernah mengandung anak perempuan nya, payudara yang tak lagi sintal karena telah menyusui… ditariknya nafas dalam sembari mengenakan kimono tidurnya… lalu merebahkan tubuh di ranjang nyaman nya.. diangkat helai rambut yg tergerai.. & di biarkan di atas bantal… tercium wangi harum rambut Nita… semerbak memenuhi ruang kamar berpendingin..
mata Nita menerawang memandang langit-2 kamar…tercipta seraut wajah, matan

mata Nita menerawang memandang langit-2 kamar…tercipta seraut wajah, matanya bulat, beralis tebal..hidung mancung, dagunya bagus.. bibir tipis selalu tersenyum, pipi yang halus.. wajah Ryan.. melayang ingatan Nita ke 5 tahun lalu…

~di usia kandungan yang tinggal menghitung hari.. Nita benar-2 di uji sabar & keteguhan hatinya..berjuang 9 bulan menjalani kehamilan seorang diri.. merintis usaha nya berjualan baju hasil karya & rancangan Nita di bantu bunda,
dari rumah ke rumah kerabat .. teman .. hingga sahabat..
dengan menumpang kendaraan umum.. walau ia mempunyai sepeda motor hasil kerja dahulu.. tapi tak mungkin di kendarai, usia kandungannya sudah menua.. mengumpulkan rejeki, demi bea persalinannya, walau ayah telah menyanggupi bea persalinan kelak & melarang Nita menjinjing dagangan, Nita tetap mencuri waktu lengah ayah untuk tetap menjalani usaha itu… bunda hanya berdoa bila melihat Nita sudah rapi dengan jinjingan tas dagangan.. & “diam” merahasiakan kelakuan Nita dari ayah..
sebelum ayah pulang dari kantor.. Nita wajib berada di rumah..
namun tak setiap hari Nita berkelakuan demikian…
^_^ tersenyum Nita mengingat kelakuan nakal & gigih nya dahulu… hanya ingin membuktikan bahwa “aq mampu tanpa mu !”

Lahir bayi perempuan mungil berkulit bersih.. diberi nama Ryana oleh ayah Nita.. entah apa maksud ayah memberi nama itu.. bathin Nita :
“mungkin untuk mengingatkan bahwa itu anak Ryan..laki-2 tak bernyali itu..!”

Usaha Nita tak dapat di lakukan dari rumah ke rumah lagi…karena Ryana menyusu pada nya.. Nita tak dapat meninggalkan bayi tercinta seenak nya saja.. pula memang Nita tak ingin menjalani pola bisnis macam itu lagi..
setelah Ryana menginjak 6 bulan..
Nita memberanikan diri bicara pada ayah-bunda untuk membuka usaha di rumah & membutuh kan pinjaman lunak untuk modal awal nya..
singkat cerita ayah setuju, amat mendukung usaha yang akan dirintis Nita..

Perlahan Nita & bunda bangkit demi usaha mereka, Nita amat giat memasarkan karya mereka secara OnLine, 1..2.. pelanggan datang, pasang surut bisnis bukan tak di alami Nita & bunda.. dari sabotase pesaing dagang.. kredit macet pembeli..stock yang tak laku-2, barang rusak dalam pengiriman..kalau sudah demikian Nita memutar otak untuk memperbaiki citra & mutu barang nya.. tak jarang asa hampir putus di perjalanan bisnis ini.. namun bunda & ayah memang orangtua yang bijak untuk Nita.. selalu menyemangati agar Nita tetap tangguh mengahadapi gelombang bisnis yang pasang surut, apalagi Nita bila sudah “melihat” Ryana.. maka semangat nya berkobar lagi..
hingga Nita& bunda mempaten kan merk mereka “mom&daughter”
kata bunda merk dagang ini kelak akan di teruskan oleh Nita & Ryana..
“aahh bunda… telah mempersiapkan masa depan Ryana, cucu nya..

Kini.. jerih payah itu telah menunjukan hasil nyata, Allah tak “diam” melihat usaha gigih Nita, walau tetap bisnis rumahan.. tapi bisnis ini sudah punya pelanggan yang baik di ibu kota.. setidak nya Nita telah mampu menunjukan jati dirinya..sebagai perempuan berbakat..perempuan tangguh .. cantik.. pintar.. dengan sering nya Nita di undang sebagai narasumber seminar bisnis rumah tangga.. ^_^
Nita kini tak lagi menjahit sendiri karya rancangan nya.. sudah ada tenaga lain yang di bawah pengawasan mengerjakan nya, Nita tak lagi menjajakan baju ke rumah rumah kerabat.. tapi mereka lah yang kini datang ke rumah Nita untuk di rancangkan pakaian & ada tenaga lain yang mengantar ke rumah pelanggan tersebut bila baju itu sudah jadi pakaian indah…
Nita juga punya asisten yang mencatat dan menyaring undangan sebagai pembicara 1 seminar.. semaximal mungkin Nita juga ingin selalu mengikuti perkembangan mode dunia…

Tapi Nita tetap lah Nita.. perempuan sederhana .. cantik & pintar itu tak lupa fungsinya sebagai ibu dari Ryana.. Nita amat mengutamakan kepentingan & kesehatan Ryana.. Nita tak ingin kehilangan moment tumbuh kembang putrinya..
secara detail Nita memantau Ryana.. di bantu Lastri, istri dari Budi, supir kantor ayah. Lastri & Budi tinggal pd 1 kamar, di bagian belakang rumah Nita.. sejak Ryana berusia 1 tahun.. saat Nita memang membutuhkan bantuan untuk menjaga & mengasuh Ryana…

Saat keberuntungan berpihak pada Nita.. ketika Nita membutuhkan, semua siap tersedia..
itu semua tak lepas dari usaha, niat baik.. & doa Nita pada Allah ditiap doa pada sholat wajib & sunnah … untuk selalu dalam perlindungan NYA.. selalu di beri kesehatan, kemudahan, kelancaran rezeki untuk usaha dan keluarganya.. ^_^

>>LANJUT YUUK…
(dinihariminggu 00:50)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya.