*Antara Ikhlas dan memaafkan
Judul di atas begitu mudah di ucapkan namun sulit di laksanakan…
“Forgiven not forgotten” kalimat yang terucap dari hati yang baru saja sembuh dari sakit hati akibat terkhianati oleh seseorang yang sangat di percaya dan cintai…
Kejadian ini mungkin bisa dengan mudah kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Namun bagaimana tiap orang menghadapinya, itulah yang beda.. Butuh waktu dan kesabaran hingga hati benar-2 pulih dari sakit hati dan rasa kecewa…
Cukup lama memang bagi kita untuk benar-2 pulih dan menumbuhkan kembali rasa percaya diri ..
“jujur ku katakan kini.. aku sudah maafkan dengan ikhlas tulus…”
Rumus utamanya adalah ikhlas..
Bagaimana cara ikhlas..? dengan menerima kenyataan yang ada..?
Aku bersikap pasrah mencoba menelan bulat-2 kenyataan yang ada, ketimbang terus bertanya ” mengapa kejadian ini menimpa ku..?” yang akhirnya menimbulkan amarah yang tak berujung dan setelahnya selalu meninggalkan kesedihan yang lebih mendalam dan rasa dendam…
bentuk penyangkalan dan ketidakterimaan.. pada akhirnya hanya membuat diri berjalan dalam lingkaran yang itu saja… tak beda hanya berjalan di tempat..
Tapi dengan ikhlas sedikit demi sedikit rasa duka dalam hati terurai dan dengan sendirinya terlepas lah beban kecewa…
Memandang yang telah berlalu dan melepaskannya tak perlu menunggu hingga hari Lebaran tiba… untuk memaafkan… atau minta maaf…
Mendendam selamanya toh hanya akan menabur energi negatif yang tak di perlukan dalam diri..ku.. dan kita semua…

