*lelaki mungil..itu..
“bundaa…bunda..aku datang..” tangan kecil terentang dengan bibir tipis penuh senyum.. mata bulat..berbinar…milik bocah lelaki mungil…
“Iya..iyaaa…” kusambut rentang tangan mungilnya yang langsung dikalungkan ke leherku..
” aku rindu bunda…”
” aku rindu juga naak…”
” jangan bunda menangis lagii…” suara kecil..manja.. keluar dari bibir mungilnya..
” aku datang pada bunda..”
” yaa.. karena hanya Allah dan bunda saja yang kamu punya.. tiada yang lain.. tiada yang lain..!” ku rengkuh lagi tubuh mungilnya dalam pelukan.. Hhmm…harum sekali..tubuh mungil ini..
” bunda..bunda.. aku untuk bunda.. jangan bunda bersedih..”
” jangan menangis ya bunda…”
” Hhmm.. ya..? hanya untuk ku..? tiada yang lain..?
” tidak bunda.. tiada yang lain.. hanya bunda..”
” tiada yang lain..tiada yang lain..tiada yang lain..
” tiada..tiada..tiadaaa…..
HAAAH…!! Astaghfirullahaladziiem…
ku lirik jam dinding.. 02.13..dini hari.. ku toleh pendingin ruangan masih menyala tapi mengapa peluh begitu membasahi baju tidurku..? begitu pengap rasa ruang kamar ini…!
Oohh.. apa itu tadi..? suara kecil ituu..? begitu lekat dalam pendengaran ku.. apa ucapannya tadi..??!
“hanya bunda ..tiada yang lain..”
hooh..! siapa anak lelaki mungil tadi..? dia memanggilku bunda…?!
apakah “dia”…???…
Yaa..Allah.. tenangkan “dia”…
pertemukanlah aku dengan “dia” kelak.. di hari akhir MU..
Astaghfirullahaladziiem…Subhanallah…Allahuakbar…
@28Sept09.02.13am
*Di sudut Lampiri…
Siang tak terasa panasnya..
masih dengan seragam putih abu-2..
tetap bertahan menunggu sang pujaan..
kedai makanan di sudut jalan tempat yang sudah dijanjikan..
Hhmm.. itu cerita bertahun lalu..
Kini sepasang itu.. tak terlihat lagi kedatangannya..
Sudut Lampiri..pernah jadi saksi..
kisah cinta yang seolah tak terhenti..
Walau nyata berkata beda..tetap menjadi cerita tiada 2 nya..
Di sudut Lampiri..pertigaan sisi raya Kalimalang..
Sampai kini Lampiri.. tetaplah .. Lampiri..
Yang menyimpan indahnya cerita tuk di kenang …
Kenangan kita masa lalu..
Kini kau telah di pulau seberang lautan itu…
Bangka Belitong… untuk merajut masa depan mu…
**special ‘tuk: LangitJiwa dan TutyTri
Lampiri.. itu.. tetap Lampiri kita…
*Di tengah jalan Ramadhan
Ramadhan sudah tiba sejak 15 hari yang lalu..ku sambut dengan penuh suka, penuh rindu, penuh sesal atas dosa, pula harap..
banyak harap ku,.. ramadhan datang membawakan berlimpah ampunan atas kesalahan yang telah ku buat di 1 tahun kemarin di dalam kehidupan ini….
Ramadhan… ku harap membawakan ku bekal untuk menambah keimanan yang lebih banyak lagi daripada yang telah kumiliki saat ini,..
Ramadhan datang hanya dapat kusuguhi dengan berpuasa, dengan sholat malam, dengan bertadarus, dan dengan amalan ibadah lain yang kumampu..
Ramadhan disetiap kedatangannya, kurasakan Allah sangat memanjakan ku, apapun yang ku pinta di beri-Nya , seperti anak kecil.. aku pun girang tak kepalang dengan apa yang di berikan-Nya..makanya aku tak ingin ramadhan pergi begitu cepat..
Ramadhan.. disetiap kedatangannya, memeriahkan malam-2 ku, hingga subuh menjelang, tak pernah kurasakan sunyinya malam selama datangnya ramadhan, dari masjid dekat rumah, radio, televisi, toko, pasar, sekolahan, bank, kantor… semua membicarakan ramadhan…sambil berseri-seri,..
Ramadhan.., kami sangat senang akan hadirnya “dirimu” di “rumah” kami,.. berlama-lamalah tinggal bersama kami jangan “kau” cepat pergi.!
Ramadhan,..tinggal kurang lebih 15 hari lagi bersama kita, padahal saat ramadhan…, semua ibadah dilipatgandakan oleh Allah, nnhaah.. saat inilah kita semua berlomba mengumpulkan bekal perjalanan menuju hari akhir khaan..?
Tapi 30 hari masih kurang untuk kita melipatgandakan ibadah ini,..walaupun ibadah masih bisa kita lanjutkan pada waktu lain setelah ramadhan berlalu…
Ramadhan .. please..jangan pergi dulu.. aku sangat merindukan mu..,
aku sangat ingin berlama-lama memeluk mu.. ramadhan..
Ramadhan,.. jumpai aku lagi di tahun depan…
Ya Allah,.. pertemukan aku dengan ramadhan Mu di tahun-2 mendatang..karena aku masih sangat ingin bersama-sama ramadhan.. untuk terus menimbun bekal amalan ibadah, memanjangkan jalan taqwa ku, persediaan ku di hari akhir nanti…Amiin…



