CatatanMaya

*Kesunyian jiwa berteman rindu..

Kesunyian jiwa kini juga telah melanda ku..setelah kepergian mu..sungguh hari menjadi berjalan lambat kurasa.. harapan tuk terus bersama pupus sudah.. kau pergi dengan kesunyian pula..tak pernah ku antar kamu..tak pernah ku lepas dengan lambaian tangan, pula pesan dengan kata-kata manis.. kita berpisah begitu saja..
berpisah dengan cara berdiam di tengah keramaian…
berpisah ditengah kebisingan kendaraan…
Mengingat peristiwa itu memang perih rasanya.. tapi itulah yang terjadi..di perpisahan kita…beberapa waktu silam…

Kini..kuhadirkan diriku..di halamanmu..karena rasa rindu tak dapat di cekal dalam pemberontakannya.. walau sudah di paksa untuk diam..! dan mati..! maafkan… aku mengotori halaman mu..dengan serakan rindu yang tak lagi cukup dalam kantong hatiku..
Aku hadir di sini,..
sekedar ingin melihat keberadaan mu.. yang ternyata sudah lebih berwarna.. lebih bergairah.. di kelilingi keharuman beraneka aroma.. dengan terang benderangnya halaman mu.. hingar bingar celoteh di sekelilingmu.. dan kupastikan kau tak sendirian..kau tak kesepian..
Dan kau tak berduka atas perpisahan kita dulu….

Ah…! ternyata kau tahu kehadiran ku…Aku pun terpuaskan.. melambaikan tangan padamu penuh semangat.. dengan senyum yang ku buat seramah mungkin…
Tapii..?? kau hanya menatapku dingin..! pelan kuturunkan lambaian tanganku..tertunduk malu.. di antara celoteh sekelilingmu.. semoga mereka tak tahu..kalau aku ..maluuu..! tak mendapatkan sambutan hangat yang sudah kuimpikan sejak lama, pada pertemuan ini setelah perpisahan dulu.. darimu…hhoooh…

Merasa tak diperlukan lagi aku menarik diri.. kukemasi rindu ku..
Sebelum berlalu meninggalkan halaman mu.. sempat ku toleh lagi dirimu.. yang hanya menolehku..sesaat.. itu pun dengan tatapan..tak ramah.. karena sudah tak ada rasa rindu dimata mu..tak ada sentuhan manja di pipiku dari hidung yang sempat ku kagumi itu..

Entahlah mampukah aku melupakan mu..? mampukah ku langkahkan kaki menyusuri jalan hidup sendiri..? sunyiku ditengah keramaian.. sunyiku ditengah celoteh sahabat.. sunyiku di tengah musik yang berdentam.. mampukah aku hidup..?

Mungkin…sudah tiba masa untuk menetapkan langkah.. tak lagi menyusuri jalan yang kemarin.. karena hidup terus berjalan meninggalkan setiap waktu yang selanjutnya menjadi masa lalu sering memang terasa ingin selalu berada di masa lalu.. tapi itu juga tak akan mungkin terjalani..

Tuhan.. tolong aku..
ku titip rinduku ini pada MU.. bila KAU berkenan..sampaikan padanya.. aku rindu kan dia.. dan di sudut serambi kecil hatiku.. aku masih menunggunya… berharap cemas.. dia kan kembali…

(penghujung July..)

30 Juli 2009 - Ditulis oleh Em | Cerita, fiksi | , , , , | & Komentar

& Komentar »

  1. ada yang curhat nih..hehehehe

    Em: cepet amat responnya..Adi..
    thx ya..4 attens nya..

    Komentar oleh adi isa | 30 Juli 2009

  2. klo melupakan ya so pasti nggak mungkin laah…… yg mungkin tuh merelakan yg musti direlakan

    Em: itulaah… kadang untuk merelakan juga beuraaattt…

    Komentar oleh Jiwa Musik | 30 Juli 2009

  3. Wah.. emang dikau paling huebat yaaaa.. kalau urusan melankolis… baca tulisan kali ini…, saya ikut merasa tersia-sia.. menunggu sesuatu yang seakan tak teraih.. (kok kayak “jiwana iklan.. salah satu produk cream muka yaaaa… yang.. itu looo… pisahan dibandara.. masing-masing bawa 1/2 liontin hati.. trus.. sang cowok jadi selebritis.. trus mau nikah.. trus.. sang cewek pada “produk” tsb.. ah.. akhirnya mereka bersatu lagi di bandara… he he he.. jangan-jangan ini ide ini yang melandasi iklan tersebut… he he he)

    Em: Maaf sist..bukan..samasekali tidak.. tak terlintas sedikitpun akan cerita itu..(lupa bahkan)..
    It’s not my story,.. but it’s real..

    Komentar oleh yanti | 1 Agustus 2009

  4. nice post…

    Salam kenal

    Em: thx..salam kenal kembali..

    Komentar oleh Septa | 1 Agustus 2009

  5. Rindunya dah tersampaikan pada diriku bu…
    *glodhak*…kok dilempar sandal sih?
    hehe….
    Semangat bu…
    “dah siap belom”?

    Em; haha..aku yakin itu..kau selalu menampung rinduku..
    **sandal ku sdh habis.. untuk melampar mu..
    OK..akan kumulai dengan semangat..

    Komentar oleh HumorBendol | 2 Agustus 2009

  6. Mbak … ‘pa khabar-nya?
    duuh lama banget aku ga’ kemari
    kangen ini selalu hadir, kangen sahabat maya-ku.

    aku baca cerita ini
    rasanya aku ada disana
    coba menemani-mu … dari tempat-ku berpijak.
    serasa meniti jalan yg sama.
    Salam-ku.

    Em: senang mendapat kunjungan mu..sist..
    perlu kita bergandengan tangan..
    demi susuri jalan lain yang lebih terang..

    Komentar oleh dinda27 | 2 Agustus 2009

  7. assalamu’alaikum mbak emma.. apa kabar? saya baca postingan ini kata per kata.. indah, euy..

    saya jadi ingat pernah nulis ini di dokumen word;

    Saat ini, aku tidak tahu akankah aku mampu meneriakkan namamu lalu berlari menyongsongmu. Memelukmu erat, membiarkan deru detak dan hela yang tersengal membahasakan keinginanku berbagi apa pun. Menyediakan linang dan binar untuk apa pun yang akan kau tuturkan. Lalu pada akhirnya, menertawakan hidup kita –termasuk kesalahan-kesalahan yang terpijak di sepanjangnya- dan menjadikan tawa itu cara untuk memaafkan diri kita.

    Aku takut. Marah. Takut akan reaksimu sepersekian detik setelah aku meneriakkan namamu nanti. Marah pada nasib yang dahulu seakan sempat berhenti memihakmu. Namun rasa takutlah, ketidakmampuanku menerima jika kau hanya akan menjadi bongkah es hingga tidak dapat kupeluk, yang mendominasi dan menyesak rongga dadaku kini. Aku tidak siap, belum siap akan plot kejutan yang disiapkan realitas untuk kita.

    huhu.. entah gimana ngerasa ada yang mirip aja.. =)

    Em; mungkin ..rasa tersia-sia kan memang selalu ada pada setiap kehidupan di dunia ini..dan melahirkan perasaan yang sama pada manusia yang “mendapat” kan nya..dan kini giliran “tulisan” inilah yang sedang kebagian kesempatan tersia-siakan.. hhmm…

    Komentar oleh azkaa,, | 2 Agustus 2009

  8. ya….begitulah cinta
    mampu menghadirkan rasa
    walaupun itu hanya sisa masa lalu

    kenanglah dia….
    bila membuat hati merasa senang
    buanglah dia…..
    bila karena mengingatnya
    hati menjadi tersiksa

    :) :)

    Em; thx..(specless..)

    Komentar oleh kejujurancinta | 3 Agustus 2009

  9. Trainer berkerut …
    mencoba mengerti …
    dan …
    tak juga mengerti …

    Salam saya

    Em; haha.. berarti tulisan nya nggak bagus ya..Pak..? karena pesannya nggak nyampe.. OK..masukan baik untuk aku belajar menulis lebih baik lagi..thx Pak.. :-)

    Komentar oleh nh18 | 7 Agustus 2009

  10. Bendol datang bu…siap menerima lemparan sandal, asal ibu bisa =))
    Bendol tunggu ya bu….

    Em: ya tungguin deh.. aku juga siapkan sandal yang banyak untuk lempari kamu..
    heheee..

    Komentar oleh HumorBendol | 9 Agustus 2009

  11. hmmm.. begitulah cinta, gundah tiada tara.. rindu di seluk sanubari.. ohhhhhh… (kenapa dengan gue ??)

    Em: artvi.. menegetehe.. xi.xi.xi..

    Komentar oleh artvisualizer | 10 Agustus 2009

  12. HOhohohohohoho…
    Syukur Alhamdulillah Bunda, ternyata ini bukan kisahnya Bunda Emma setelah saya membaca komentar2 dari temen2….

    Salam semangat terus ya Bunda :)
    (kabar anaknya yang mau masuk UI gimana nich Bund)

    **Em: Alhamdulillah sudah Jok..tinggal belajarnya aja..

    Komentar oleh bocahbancar | 12 Agustus 2009


Tinggalkan komentar