*Malaikat Juga Tahu
Lelahmu jadi lelahku juga, bahagiamu, bahagiaku pasti..berbagi takdir kita selalu,.. kecuali.. tiap kau jatuh hati..
Kali ini hampir habis dayaku.., membuktikan padamu, ada cinta yang nyata, setia.., hadir setiap hari..Tak tega biarkan kau sendiri, meski sering kali kau malah asyik sendiri..
Karena kau tak lihat.. terkadang malaikat tak bersayap,.. tak cemerlang,.. tak rupawan..Namun kasih ini.. silahkan kau adu…Malaikat juga tahu.. siapa yang jadi juaranya..
*Hampamu..tak kan hilang semalam oleh pacar impian..
Tetapi kesempatan.. untukku,..yang mungkin tak sempurna..tapi.. siap untuk di uji..ku percaya diri cintaku lah yang sejati..
Namun tak kau lihat,..terkadang malaikat tak bersayap,..tak cemerlang..tak rupawan..namun kasih ini silahkan kau adu..malaikat juga tahu..aku kan jadi juaranya…
Kau selalu meminta..terus kutemani
Kau selalu bercanda..andai wajahku di ganti..
Melarangku pergi..karena tak sanggup sendiri..
tuk : yg di ADVALJAR
*****

- Ayahnya Rifki..di villa jatimashijau (15feb09)
*Yelowati
-Minggu, 15 Feb 09
Seperti biasa usai sholat subuh, aku dan si ayah kasih makan burung kenari kuning di teras samping,..daun selada dan air minumnya…selanjutnya kami duduk berdua pandangi kenari kuning itu..yang sedang mendemonstrasikan suaranya yang nyaring… sengaja digantung si ayah di dahan pohon rambutan, nanti kalau sudah agak terik matahari, baru di pindah ke tempatnya yang lebih teduh..
Aku berbisik sama si ayah :”lucu ya yah,..gendut..! makannya banyak dia..” kenari kuning itu diberi nama sama kakak Gadis, ”Yelowati”..(padahal Gadis belum pernah angkat rok-nya tuk memastikan burung itu betina.. tp tetep diberi nama perempuan..:-)) ‘ga jarang siang selagi sendiri, aku “ngobrol” sama dia, dengar kicaunya.., bahkan cerita tentang hembusan angin utara..
Agak siang.. aku, ayah & Rifki..pergi. karena ada keluarga yang harus di kunjungi.. tiba-2 di mobil ayah tanya ke aku ..
“Bu, tadi burung kaya’nya lupa di pindahin ya..?” Aku langsung tlp ke rumah ..yang angkat Dinda..ku minta tolong dia tuk pindahin yelowati ketempat lebih teduh di atas teras..jawabnya:
“udah kok , Bu..tadi sebelum aku tidur..”
“Oh..pinter..makasih ya Kak..” “kakak Gadis mana..?” “pergi..?” ”ya udah.” kututup telp nya..
Beberapa saat..Hp ku bunyi..misscall..dari Dinda..aku tlp balik ke Dinda..
“Kenapa Dind..?”
“Bu………..(diam..)
“iyaa…?”
“burungnya ‘ga ada….!”
“kok bisa..!?”
“tadi udah aku pindahin,..ke lantai teras..trus sekarang sangkarnya roboh makanannya berantakan, air minumnya tumpah,..pintunya terbuka,..ada tetesan darah dikit ..”
“Hhaaahh..pasti di makan kucing itu..kakak..! kamu kok ceroboh siih..?!” tlp kumatikan tanpa salam..
Ayah ngomel di mobil..aku diam.. Rifki, apapun yang terjadi teteeep..tidur..!
Sampai di rumah lagi,..kupandangi saja sangkar yang sudah kosong dan tetesan darah yang belum dibersihkan..sementara Dinda..ngumpet di kamar ‘ga berani temui ayah + ibunya..
Tadi pagi aku benar -2 rindu kicauannya… heeh..sepi banget deh rasanya.. biasanya jam 4 subuh dia sudah rame suruh aku bangun buat sholat …tapi pagi ini nggak…
Aku sempat foto dia minggu lalu dan udah ku simpan di “halaman teras blog ini”
… yaah semoga kamu damai “disana”..yaa..:-)
Bwat Dinda: “Lain kali lebih cermat lagi ya Dind,..”
*….
23.10 wib
Segera ku berwudlu..
Usai sholat, ku bersimpuh…
Tuhan,..ampuni aku…
malam ini aku datang lagi padaMu..untuk melepas penat hati..Tuhan..aku telah menepati janjiku padaMu tuk melupakan galau takdir cintaku..kembali melangkah bebas untuk diriku..hingga satu waktu…, Kau kirimkan angin utara untuk ku..yang dengan cepat menorehkan luka bekas yang lalu..
Tuhan…tolong basuh luka ini, yang kemarin sudah Kau sembuhkan..kini terkoyak lagi, maafkan aku tak menjaganya dengan baik..tapi Kau maha tahu, sekuat raga telah kupertahankan, semampuku menghindar, namun hambaMu terus menusuk ku..menggiringku kesudut ruang paling belakang..
Rapuhku justru senjata baginya..untuk menohokku keraass sekali..! limbung sesaat kurasa.. Tuhan,..terus kusebut namaMu mencari pagangan agar ku tak roboh..agar kutetap berpijak..
Basah kerudung ini dengan airmata,..tak kupedulikan.. agar bersih kembali hati …biarlah kutanggung semua ini..demi langkah lapang di depan nanti..
Tuhan.. jangan biarkan aku kembali terpuruk diantara derai tawanya.. dan diantara kipasan tangannya..angkat aku Tuhan..maafkan dia yang buat hatiku kembali terluka…
Mungkin memang tak banyak yang dia ketahui…
Tentang ku….
untukmu, hembusan angin dari utara..
*Batu Hitam..Penyembuh..?
Sejak pertama kali di tayangkan minggu lalu, di TV, pagi hari..kisah anak laki kecil berusia kurang lebih 8 thn..yang dapat mengobati berbagai macam penyakit, aku ‘ga ambil peduli yg terlalu..maklum kalau pagi dirumah, aku hanya seorang petugas catering yang menyiapkan bekal seluruh “pasukan berani mati ku” menuju ke “medan perangnya”..:-)
Namun berita itu tayang lagi di siang hari..baru aku konsen memperhatikan, (karena saat siang aku sudah menjadi Nyonya rumah,jd bisa nyatee dikiit.. ) “seorang anak laki-2 kecil..usia 8 tahun kelas 3 SD digendong di punggung seorang lelaki dewasa entah siapanya itu..mencelup-celupkan sebongkah batu hitam pada air yang di yakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit..(setelah si sakit meminumnya), ke dalam gelas-2 berisi air milik pesakitan yang sudah mereka bawa sendiri dari rumahnya. Hhaah..apa iyaa..?! Si anak itu Ponari (kalo ‘ga salah) namanya. tersenyum-senyum sambil terus bertengger di punggung lelaki tadi, tangan kanannya mencelup batu hitam yang konon di dapatnya ketika nyaris tersambar petir beberapa saat lalu.. tangan satunya..yang sebelah kiri… menggenggam hand phone..
Demi melihat pemandangan itu aku tertawa sendiri..lucu dia..(bukan ‘gemesin lho..sekali lagi BUKAN..!) anak sekecil itu sudah bisa memperdaya..
Uuppss..tawa ku terhenti melihat wajah-2 mengiba dari pesakitan yang telah datang dari desa yang jauh dari rumah Ponari bahkan sudah antri sampai berkilo-kilo meter..mengharap pada batu dalam genggaman bocah kecil akan dapat menyembuhkan penyakitnya..wajah lugu, polos,..daann..(tak tega aku mengatakan istilah lainnya..) Heeii..masih banyak saudara kita di desa-2 percaya akan kekuatan yang seperti ini. yang kebenarannya di ragukan. Mengapa mereka masih “animisme”? kembali ke zaman purba..? Kasihan mereka terpedaya..
Berita pagi ini mengabarkan Ponari jatuh sakit.! karena kelelahan “melayani pasiennya..” (sedikit bersenandung.. “Ponari jugaa manusia..”) bisa sakit juga.. ! Dan yang sontak jadi pertanyaanku, “ mengapa tak diobatinya sendiri? dirinya dengan air celupan batu hitam itu..?” kenapa dia harus dibawa ke poliklinik desa..oleh keluarganya..?
Itulah..gambaran kegundahan, keimanan, kesehatan sekaligus kemiskinan, baik dari miskin ilmu dan ekonomi, saudara-2 kita(di sekitar desa Ponari)mungkin belum banyak mendapat sentuhan informasi dan penyuluhan yang baik tentang kesehatan dan penyembuhannya, kemana mereka harus datang bila mereka sedang tertimpa penyakit..kok sepertinya timpang ya..? sementara didaerah lain sudah ada LKC, Layanan Kesehatan Cuma-2,.. apa di daerah Ponari belum ada yaa..? LKC di peruntukan bagi kaum duafa..dan tak tertutup pula bagi yang mampu..(bagi yang mampu dikenakan sedikit biaya obat namun tak memberatkan..tak semahal bila berkunjung ke dokter specialis) LKC pun di tangani tenaga medis yang handal, resmi pula..
Mungkin ini juga tugas dari PemDa setempat ( Ayoo..yang berkantor di PemDa..) dan tokoh masyarakat, pemuka agama, pula masyarakat yang pola pikir nya sudah lebih maju.. bersama untuk membantu saudara sedaerahnya menjadikan masyarakat yang lebih sehat, pintar, beriman,…
Semoga…


