CatatanMaya

*25 Oktober

25 Oktober,  25 tahun yang lalu,..

Pukul 11 malam, langkah tertatih seorang perempuan usia 50 tahun-an, ” Hei..anak-anak bangunlah,! ayah kalian pingsan,! tolong lihat di kamar depan,! Bangunlah..! setengah teriak beliau membangunkan ke 3 anak perempuannya yang sudah beranjak tidur, dan mengetuk pintu kamar sebelah lagi untuk membangunkan keponakan laki-2nya dengan nada dan kalimat yang sama..

Berlarian anak-2 itu ke kamar depan demi kabar yang disampaikan bunda mereka..mendapati sang ayah terkulai lemah tak berdaya, dingin dari kaki hingga betisnya..terasa sekali pada tangan si bungsu yang berusaha memijat-mijat kaki ayahnya, sambil memanggil-manggil ayahnya untuk tersadar, sementara kakak terbesar menelpon tetangga yang seorang dokter, singkatnya sang dokter menyarankan untuk segera mungkin dibawa ke rumah sakit, serangan jantung..! katanya.

Rumah mereka terletak agak jauh dari jalan raya hingga ayah pun harus dipapah dengan kursi teras besi berlapis plastik, ber lima dengan pembantu mereka menggotong  ayah yang tak bertubuh kecil itu untuk mencapai taksi yang sudah di panggil oleh sang keponakan laki tadi, dibawalah ayah ke rumah sakit Cipto Mangunkusumo, oleh 2 anak perempuan, dan keponakannya. si bungsu dan pembantu segera pulang kembali mengingat ibu sendiri di rumah.

Bungsu melihat ibu sedang sholat sambil berlinang air mata demi sakit sang suaminya, bertiga mereka menunggu, ber harap cemas di rumah…

Kejadian di dalam taksi menuju ke rumah sakit; “Lis, ayah sudah mau meninggal ini,..jaga ibu kalian, jangan tinggalkan sholat”;   “IYa ayah, yang penting kita sampai dulu di rumah sakit ya..?” sesampai di RSCM masih harus menunggu karena unit gawat darurat penuh! lunglai ayah di kursi roda yang akhirnya di tangani dokter jaga jua, mesin pemompa jantung pun di pasang ,..obat pun sedang di ambil di apotek oleh keponakan, 2 anak perempuan mendampingi di ruangan sambil terus membisikan nama Allah.. Ayah tetap tak bergeming tetap memicingkan matanya..rasa dingin sudah sampai di dada, menjalar terus,  yang akhirnya sampai di kerongkongan..dokterpun berucap; Innalillahiwainnalillahirojiun.. keponakan ternganga, obat masih dalam genggaman, 2 anak perempuan tersedu lirih..25 Oktober pukul 00.10 wib.., usia 54 thn,.. teriak suster.!

Berusaha tegar mereka membawa jenazah ayah pulang kerumah, disambut  pertanyaan ibunda,.. “Bagaimana ayah kalian..?” belum sempat anak perempuannya menjawab, keranda tertutup kain hijau telah tiba di ambang pintu rumah kecil itu…pecahlah tangis ibu..dan si bungsu..

Ayah telah dibaringkan di tengah ruang tamu rumah mungil kebanggaannya, di selimuti kain batik  berwarna coklat, dan selendang tipis putih milik ibu..

Hingga siang menjelang, ayah masih menanti kehadiran anak laki tunggalnya yang belum tiba dari Sulawesi Utara karena berdinas di sana, Dari sisi kanan ayah, sambil mengusap kepala ayah, ibu berucap “Sabar ya yah, anak kita satu lagi belum datang,  jangan dia menyesal nanti tak lihat lagi ayahnya..”  si bungsu yang sedari tadi berada di sisi kiri ayah, sambil tak putus melantunkan surat Yasin di gapai ibunya,..”Ma,..siang sebentar lagi, di tanam orang ayah kau..tak punya lagi kau ayah.”  si bungsu  tak bisa menahan pilunya di usianya yang baru 14 tahun telah harus di tinggal ayahnya..

Pada akhirnya ayah berangkat juga dengan tidak di iringi  anak laki tunggalnya karena tak ada pesawat ke Jakarta dari Manado hari itu,  25 Oktober 25 tahun yang lalu..

Benar..! menjelang sore dikebumikan orang lah ayah si bungsu, tertutuplah sudah kehidupan ayah hari itu, habis sudah rezeki Allah untuk ayah mulai hari itu, hanya amal ibadah soleh dan doa anak-anaknyalah yang terbawa sampai ke peraduan terakhirnya,..

Kini setelah 25 tahun berlalu apapun tentang ayah; suara, harum tubuhnya, harum minyak rambutnya, kesukaannya mendengarkan musik sunda, nasehat dan pesan singkat dulu masihlah terjaga baik bagi anak-2 perempuannya,..ibu menyusul ayah 1 tahun, 1 bulan, 1 hari kemudian., dan kini mereka sudah berkumpul dengan anak laki tunggal mereka, karena si anak laki tunggal pun telah menghadap Illahi, ber-3 mereka kini menunggu ke-5 anak & saudara perempuan yang tersisa..

Ya Allah.. ampuni mereka ,sayangi mereka seperti mereka menyayangi kami di waktu kecil,..

Ya Allah.. persatukan kami kembali kelak di surgaMu yang abadi…amiien…

 

 

 

Ayah : H. TB. M. Yasin

25 Oktober 2008 - Ditulis oleh Em | doa, kenangan, peristiwa penting | , , , , , | & Komentar

& Komentar »

  1. Mbak Emma salam kenal kembali, makasih dah mampir tempatku..:)
    Kenangan Mbak Emma tgl 25 Okt ini nggak beda jauh dengan cerita Ayah di tempatku, kejadiannya tgl 30 Maret 11 tahun silam…

    Komentar oleh umi rina | 26 Oktober 2008

  2. Amiin ya robbal ‘alamin….

    Komentar oleh ummurifqi | 26 Oktober 2008

  3. Semoga menyentuh sekali….
    Mengingatkan pada kematian….
    Semoga semuanya mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah

    Komentar oleh Nin | 26 Oktober 2008

  4. Hiks, jadi inget almarhum ayah.. Semoga arwah mereka semua diterima di sisi Allah SWT, amiin..

    Komentar oleh gendhismanis | 26 Oktober 2008

  5. Bu Emma ..
    hhmm kenangan 25 tahun yang lalu ya …
    Semoga Mereka … Ayah-Ibu- dan saudara Laki-laki ibu itu senang disana …

    Trainer ikut mendoakan …

    Komentar oleh nh18 | 27 Oktober 2008

  6. Amin…amin.
    Semoga Allah mengabulkan dan semoga Allah menjadikan kita anak2 yang sholehah ya mbak…amin….

    Komentar oleh rhainy | 27 Oktober 2008

  7. umirina, ummurifqi, mbak’Nin, gendhismanis, bang nh18, mbak’ rhainy : makasih atas doanya,..sebagai saudara 1 akidah semoga kita jumpa lagi nanti di akhir waktu milik Allah..amiien..

    Komentar oleh emma | 28 Oktober 2008

  8. semua kembali kepada-Nya…
    tetap jalani hidup…
    keep smile For the World!!!

    Komentar oleh Odie | 28 Oktober 2008

  9. kisah ini mengingatkanku untuk bersiap-siap jika saat itu tiba. makasih bunda :)

    Komentar oleh Dalila Sadida | 28 Oktober 2008

  10. Kalau saya malah sudah ditinggal ibu sejak saya berumur 9 tahun. Sedangkan ayah saya menyusul 20 tahun kemudian, kira-kira 10 tahun yang lalu.
    *mari sama-sama berdoa untuk orang tua kita…

    Komentar oleh Bu Noor | 28 Oktober 2008

  11. masyallah…saya merinding ibu…membaca ini membuat saya mennagis..apa lagi jika teriangat saya jauh dari orang tua.. :( (

    Komentar oleh hidayanti | 29 Oktober 2008

  12. Hmm saya bersyukur… engkau, sahabatku, mampu melewati semua masa-masa sulitmu.. dan jadi muslimah yang patut diacungi jempol sekarang. Pastinya.. ini akan memperbanyak timbangan amalan ayah dan ibu.. amin

    Komentar oleh yanti | 29 Oktober 2008

  13. semoga semua keluarga yg tlh pergi
    beroleh tempat yg layak di sisiNYA
    dan kita yg ditinggal tak lupa selalu
    mengirim doa untuknya…..

    Komentar oleh mikekono | 29 Oktober 2008

  14. Kehilangan orang yang kita cintai adalah hal yang paling menyakitkan satu satunya yang tersisa hanyalah sepotong kenangan..
    Sie juga punya kisah yang hampir sama disini

    http://www.sachzqirana.wordpress.com/2008/08/29/ibsn-the-story-of-ramadhan-and-my-lovely-brother

    Terima kasih atas kunjungan bunda maya kerumah sassie

    Komentar oleh Sassie Kirana | 29 Oktober 2008

  15. Semoga mereka ditempatkan ditempat yang paling indah… (Amin)

    Komentar oleh vaepink | 29 Oktober 2008

  16. Hwaa.. Jadi sedih.. Sekarang lagi jauh sama ortu dan merasa belum bisa memberikan apa2 pada mereka.. :(

    Komentar oleh siwi | 29 Oktober 2008

  17. postingan yang mengharukan :( (

    Komentar oleh parvian | 29 Oktober 2008

  18. Amin..
    jadi inget si-mami dan babe.. :(
    jd refleksi buat denok..moga jangan sampe menyia-nyiakan waktu berbakti..Ya Allah panjangkan umur mereka umur yg bermanfaat.Amin..

    Komentar oleh denokdebloeng | 29 Oktober 2008

  19. hemmm,,,,,

    Komentar oleh heruyaheru | 29 Oktober 2008

  20. terimakasih atas doa teman semua..
    tapi aku ga’ mau buat kalian pada sedih lho..
    yuuk.. kita “jalan” lagi karena waktu terus bergulir..
    yang harus di isi dengan yang lebih baik…

    Komentar oleh emma | 30 Oktober 2008

  21. membaca cerita ini mengingatkan saya pada ayah ku..

    Komentar oleh yakhanu | 30 Oktober 2008

  22. Doamu tulus
    Doamu semoga terkabul mulus
    Dan kita tetap berada di jalan yang lurus
    Bunda

    Komentar oleh achoey | 31 Oktober 2008

  23. Salam kenal m(_ _)m

    Komentar oleh didta | 1 November 2008

  24. Sebuah kenangan yang sangat berharga ya mbak emma…ortuku masih sugeng semua maka dengan membaca yulisan mbak saya semakin semangat untuk berusaha m’bahagiakan mereka…

    Komentar oleh woro | 2 November 2008

  25. Kisah yang mengharukan sekali mbak.
    Semoga beliau diberikan tempat yang terbaik di Sisi-Nya.
    Cerita mbak sekaligus mengingatkan kita semua bahwa kelak kita juga akan mengalami hal yang sama.
    Afwan mbak, aku jarang update blog-ku. Rencananya aku mau pindah blog ni :) .Nanti kalau dah beres semuanya insya Alloh aku kabari mbak

    Komentar oleh dapurhannah | 2 November 2008

  26. Semoga Almarhum bahagia di sana, diterima segala amal perbuatannya. Amin ya rabbal alamin.

    Komentar oleh pimbem | 4 November 2008

  27. aku berdoa untuk mereka, semua muslim yang telah meninggal

    Komentar oleh didta | 4 November 2008

  28. makasih buat temen-2 semua..
    special didta, makasiiih sampe mampiir 2 x..

    Komentar oleh emma | 4 November 2008

  29. Subhanallah, terharu saya membacanya.

    Komentar oleh IndahJuli | 5 November 2008

  30. Yaaampyuuuunn…..cEriTanyta SunggUh mEngHarukan…dAh Gethooo pAs bAca aDa back sOund lagu Crisye Lageee…dUh BerlinAng gEtooo air mAta….

    SmoGa nAnti Qt biSa kEmBALI bErkumpuL saMa2 di “SANA”….aaamiiiiiinnn…….

    Komentar oleh gAdis | 12 November 2008


Tinggalkan komentar