CatatanMaya

*Umroh

Hari ini, 9 Juli 2008

Teman ku, sahabat ku, Rustina namanya, aku senang memanggilnya MamaDifta, rumahnya tepat di sebelah kanan rumah ku praktis aku satu tembok dengan nya, berangkat ke tanah suci untuk ibadah umroh,..saat aku mempersiapkan acara “4 Juli- ku” mamaDifta pun sibuk mempersiapkan keberangkatannya ke Tanah Suci Makkah, dari mulai membuat passpor, mencari biro perjalanan umroh, belanja baju, belanja perlengkapan yang akan di bawanya ke Makkah dia selalu “lapor ” sama aku,.. wwaahh..serasa konsultan pribadi saja aku ini, tapi aku senang mendengarkan “laporan”nya  sambil sedikit-2 memberi saran yang sekiranya dibutuhkan,.

Aku jadi teringat perjalanan umroh-ku tahun 2004 bulan November, di penghujung Ramadhan. Aku berangkat bersama kakak perempuanku, suaminya dan ke 3 anaknya, keponakan perempuan ku, dan 2 orang kerabat kami dari Demak, ber-9 kami semua. Siayah (MasEman), ‘ga ikut, tinggal dengan anak2.  Tepatnya 23 Ramadhan aku menginjakan kaki pertama kali di kota makam Nabi Muhammad SAW, Madinah. Masjid Nabawi, masjid Nabi Muhammad, aku sempat sholat di Raudhoh, di karpet hijau dimana Nabi pernah berkata “sholatlah di antara bilik dan mimbar ku, laksana sholat di taman surga, yaitulah Raudhoh”. 2 hari di situ, keliling kota Madinah, lalu di lanjutkan perjalanan ke Makkah Al Mukaromah. Singkat cerita, saat memasuki Masjidil Haram, waktunya sholat Ashar kami sholat di pelataran luar dari Masjid. Setelah sholat Ashar mulai pelan rombongan kami memasuki ruangan Masjid masih kurasakan sampai sekarang dadaku berdegub kencang seperti hendak di lamar pacar..aahh.. bahkan lebih dari itu kurasa !  Sesak di dalam masjid penuh sekali orang dari berbagai bangsa ada ku lihat di situ tapi yang pasti paling banyak orang arab hehe.. tak terasa sampai aku di ujung tangga menuju latar tawaf,..Subhanallah,..Allahuakbar,…Ka’bah,…Ka’bah,…itu yang tercetus dari bibir kering ku karena kami masih berpuasa,..langsung kuraih buku doa yang mengantung terus di leherku ku buka bagian yang telah di tandai jauh-2 hari saat aku masih ada di rumah,..”Doa ketika melihat Ka’bah”… Teman,.. Ka’bah itu megah sekali, indah, besar, kokoh, pintunya tinggi, anggun,.. kami mulai tawaf dilanjut dengan sholat sunah di belakang maqom Ibrahim yang ada tapak kaki nabi Ibrahim, sholat maghrib, buka puasa dengan air zam-zam dan kurma 2 biji pemberian jama’ah entah dari negara mana, lalu Sa’i safa – marwah, Tahalul. Selesai umroh pertama-ku.

Pada hari ke 2 aku mengambil miqot/niat umroh di Bir Ali, ada satu peristiwa yang tak terlupa hingga kini, mau tahu teman,..? Saat aku tawaf hari ke-2 ini, aku kerap bertemu seorang ibu berkulit hitam (mungkin dari negara kulit hitam) dia tawaf bersama orang -2 lainnya termasuk aku tapi yang tak lazim adalah dia melakukannya sambil… merangkak,..dan menggendong anak balitanya, pelan tapi pasti sambil terus tersenyum bila dia bertemu pandang dengan ku, semua orang memberinya jalan bila sekiranya sedang berdekatan dengannya,.. Subhanallah,..perjuangannya mencari ridho Allah,..tak dihiraukannya cacat yang ada padanya,..itu membuatku malu pada diriku di hadapan Allah yang selama ini: panas dikit ngeluh !, hujan banyakan dikit, ngeluh! capek bebenah, ngomel !, nunggu lama dikit marah,..Ya Allah aku sangat diberi pelajaran sama Allah saat Tawaf ini…seorang ibu cacat yang begitu sabar menjalani tawaf.  Satu lagi teguran untukku saat sholat tarawih malam harinya,..tepat di sebelahku sholat seorang ibu muda, dengan membawa 2 orang balita si kakak kira-2 berusia 2 tahun, dan si adik sekitar 2 bulanan gitulah,..sang ayah tak jauh sholat dari shof ku berada, jadi anak yang lebih besar bolak-balik antara ibu dan ayahnya, Teman,.. satu-2nya masjid di dunia yang membolehkan laki perempuan berada dalam shof yang berdekatan adalah MasjidilHaram. Kembali ke cerita yang ingin ku sampaikan, ibu itu menggendong bayinya bila sholat sedang berdiri, rukuk dan meletakkan bayinya bila sujud dan duduk di antara 2 sujud, begitu terus hingga sholat tarawih usai, sholat di sana baca surat sunahnya panjaaaang sekali, jadi bisa dibayangin yaa berapa lama kami sholat tapi aku ikhlas lhoo ngejalaninya,… dan si bayi pun tenang di bawa sholat dengan cara seperti itu oleh ibunya, setiap ku perhatikan si ibu memberi senyuman manis padaku sepertinya dia orang arab gitu, abis mancung banget, cantik,  ’ga kaya aku ! Allah kembali memberi ku pelajaran karena di rumah kalau habis buka puasa terkadang aku malas pergi ke masjid untuk sholat tarawih berjamaah, alasannya mau beres-2 rumah,..(klise..) sementara si ibu tadi dengan menggendong bayinya dia terus sholat untuk dapatin ridho Allah..

Tapi semua pelajaran yang ku dapat di Tanah suci mencambukku untuk selalu ingat dan bersyukur padaNya, takut berbuat dosa, selalu berusaha menjalankan perintahNya,…

Sampai tadi pagi aku melepas keberangkatan MamaDifta, keharuan masih ada air mata tetap mengalir dan bermacam doa kutitipkan padanya,..yang utama doa  aku mau kembali ke Tanah suci untuk Haji,..kali ini SiAyah harus ikut..InsyaAllah…Amiien…

9 Juli 2008 - Ditulis oleh Em | Umroh | , , , , , , , | Belum Ada Tanggapan

Belum ada komentar.

Tinggalkan sebuah tanggapan