CatatanMaya

“RUMAH”

Perjalanan jauh pagi ini, telah mengantarku ke depan pintu satu rumah, yang sudah lama tak ku hampiri, kumasuki, kupandang … 5 tahun sudah,  rumah yang dahulu sangatlah megah berdiri diantara rerumputan di kiri-kanannya,..karena memang saat itu belum banyak keluarga yang menghuni di sana. Rumah di mana pernah menjadi kebanggaan sang empunnya. Walau dahulu aku hanya singgah sebentar tak sampai menunggu bergantinya presiden, karena rumah itu bukan milikku pribadi.. namun sangatlah punya arti yang sangat dalam sampai ke ulu hati kecintaanku..   Setiap harinya usai belajar di sekolah menengah atas aku tahu jalan mana yang harus ku lalui menuju rumah itu,..Di rumah itu pernah terdengar tawa riang renyah, alunan nyanyian suka dari si empunya, ditingkahi jerit tangis,  bocah laki dan perempuan.

Rumah yang juga menjadi saksi manakala aku putus cinta …, jatuh cinta…sampai bersanding di pelaminan.

Tapi setelah perjalanan jauh pagi ini,  kusaksikan rumah itu sepii..lusuh,..cat yang terkelupas di sebagian tempat,..lantai teras yang kusam,..batu alam yang menempel di dinding warnanya tak lagi jelas. Halaman rumput yang dulu begitu banyak koleksi tanaman hias, karena si empunya rumah sangat suka berkebun. Kaktus, Cikas, Asoka merah yang rajin berbunga,..kini terlihat sepii hanya ada satu-dua yang masih bertahan hidup. 2 garasi mobil yang kosong,..terlihat sekali tak lagi terpakai untuk menyimpan benda yang semestinya ada terparkir di situ..walau matahari pagi sangatlah terang menyoroti rumah itu, tetap “ia” terlihat usang..

Aku hanya berdiri terpaku di luar sudut pagar rumah,  tak ada niatku untuk membuka pagar-nya. Perkiraanku tak ada orang di dalam rumah,  yang bisa mengobati rinduku, mereka bocah laki dan perempuan ku pastikan tak berada di dalam, kalau pun ada seseorang selain bocah laki & perempuan yang ku maksud, aku tak mau “ia” mengobati rindu terpendamku..dan “ia” tak akan mampu.!!

Aku melangkah ke sudut pagar yang lain sambil siap-siap berlalu, ku pandangi lagi rumah itu,..rumah yang telah ditinggal pergi oleh yang empunya sejati..  5 tahun yang lalu pergi dalam sendiriannya tak ada yang mendampingi untuk membimbing mengucap.. Allahuakbar,.Allah..Allah..Allah..  Sepii hanya sepi yang mengiringinya,.. dia abangku,..abangku tercinta,..Ya Allah ampuni abangku hapuslah segala kelirunya selama di dunia,..terimalah abangku di tempat layak di sisi Mu Ya Allah,…

Pelan… tapi pasti aku berlalu dari pagar rumah,..

 Rumah itu,..Pondok ARINDI…

10 April 2008 Ditulis oleh Em | rumah | , | & Komentar